Minggu ke 26 Kehamilan

Hai yohanita rosania,

Seiring dengan semakin membesarnya perut bunda mungkin bunda mulai merasakan sakit pada bagian punggung. Sakit ini bisa berupa pegal-pegal. Hal ini dikarenakan dengan membesarnya perut bunda maka secara refleksi menyebabkan pundak bunda tertarik kearah belakang untuk menahan beban depan tubuh bunda dan bertumpu pada bagian belakang tubuh bunda.

Untuk mengurangi keluhan sakit pada bagian punggung maka disarankan untuk mengurangi penggunaan sepatu dengan hak tinggi, tetap memperhatikan peningkatan berat badan sesuai standar, karena kalau berat badan bertambah secara berlebihan maka akan menyebabkan semakin berat beban punggung bunda, memperhatikan posisi tubuh yang baik dengan menegakkan tubuh bunda selain itu bunda juga harus memperhatikan sikap apabila bunda akan mengambil barang hindari membungkuk. Hindari berdiri, duduk dan berjalan dengan waktu yang lama

Bayi bunda sudah bisa mengedipkan matanya di minggu ke 26 ini selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, mungkin bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil.

Minggu ke 26 kehamilan berat badan bayi bunda sudah mencapai 750-780 gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.

Semoga anda memdapatkan pelayanan yang bermanfaat dan akan merekomendasikan website ini ke teman-teman anda!

Salam,

infobunda

Iklan

Beef Steak

beef-steak

Senang menikmati sajian steik di resto mahal atau warung steik pinggir jalan yang kini menjamur? Ini resep Beef Steak untuk Anda yang ingin mencoba membuat sendiri.

BAHAN:

  • 2 potong daging sirloin
  • 1 siung bawang putih, cincang halus
  • 3 sendok makan saus tiram
  • 3 sendok makan saus tomat
  • 2 sendok makan saus sambal
  • 1 sendok teh merica hitam, tumbuk kasar
  • garam secukupnya
  • 1 sendok makan margarin

PELENGKAP:

  • 5 batang buncis, rebus
  • 1 buah wortel, rebus, potong-potong
  • kentang goreng

CARA MEMBUAT:

  1. Lumuri daging dengan  bawang putih, saus tiram, saus tomat, saus sambal, merica hitam, dan garam hingga rata. Diamkan dalam lemari pendingin selama 30 menit hingga bumbu meresap.
  2. Panaskan margarin di atas grill pan, masukkan daging lalu masak daging hingga matang. Angkat.
  3. Sajikan beef steak dengan pelengkapnya.

Hasil: 2 porsi

sumber : http://www.tabloidbintang.com/wisata-a-kuliner/resep/56113-resep-beef-steak.html

Minggu ke 25 Kehamilan

Hai yohanita rosania,

Sudah saatnya bagi bunda untuk mencari kelas-kelas untuk senam kehamilan.

Senam kehamilan ini bunda perlukan untuk mempermudah dan membantu bunda mempersiapkan diri untuk persalinan, terutama bagi bunda yang sedang mengalami kehamilan yang pertama kali.

Selain bunda, suami pun dapat memperoleh informasi mengenai proses melahirkan, ataupun pengetahuan mengenai hal-hal yang mungkin terjadi pada saat melahirkan.

Pada umumnya kelas senam kehamilan hampir serupa dan menawarkan pilihan-pilihan yang serupa. Pemilihan tempat senam kehamilan sebaiknya berdasarkan pertimbangan antara lain jumlah dari peserta yaitu tidak terlalu banyak peserta karena akan mengakibatkan kurang efektifnya pertukaran informasi, rekomendasi dari dokter atau bidan.

Tulang bayi bunda di minggu ini semakin mengeras dan bayi bunda menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah mulai terbentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin membaik karena di minngu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai berfungsi.

Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.

Semoga anda memdapatkan pelayanan yang bermanfaat dan akan merekomendasikan website ini ke teman-teman anda!

Salam,

infobunda

Minggu ke 24 Kehamilan

Hai yohanita rosania,

Pada umumnya pada minggu ke 24 kehamilan disarankan untuk melakukan tes gula darah, untuk mengetahui apakah bunda menderita diabetes pada kehamilan (Gestational Diabetes).

Diabetes pada kehamilan dapat menyebabkan bayi bunda lahir dengan berat badan yang tinggi yang membuat bunda harus melahirkan secara Caesar.

Apabila bunda mengalami diabetes pada kehamilan maka sebaiknya bunda langsung diawasi oleh dokter bunda. Ada kemungkinan diabetes pada kehamilan akan hilang setelah bunda melahirkan. Sehingga disarankan untuk melakukan tes kadar gula darah lagi setelah bunda melahirkan untuk menentukan apakah bunda menjadi penderita diabetes atau tidak.

Walaupun mungkin bunda tidak mengidap penyekit diabetes setelah melahirkan tetapi tetap disarankan untuk menjaga pola makan dan pola hidup sehat dikemudian hari untuk menghindari timbulnya Diabetes Mellitus dikemudian hari.

Kulit bayi pada saat ini masih tipis dan transparan, dan masih keriput tapi lapisan kulit bayi bunda sudah mulai terisi dengan lapisan lemak. Bayi bunda di minggu ini sudah mulai bisa merasakan setiap minuman yang di konsumsi oleh ibunya karena indera perasa bayi sudah mulai berkembang. Paru-parunya sudah mulai membentuk cabang dan saluran pernafasannya sudah mulai membentuk menyerupai pohon.

Berat bada bayi bunda sekita 600-610 gram dengan tinggi badan sekitar 30-32 cm.

Semoga anda memdapatkan pelayanan yang bermanfaat dan akan merekomendasikan website ini ke teman-teman anda!

Salam,

infobunda

Pilih mana, Melahirkan Normal atau Operasi Caesar?

melahirkan normal

Salah satu kodrat perempuan adalah melahirkan. Dan Tuhan telah menciptakan tubuh seorang perempuan begitu sempurnanya sehingga tubuh wanita mampu mendukung dan menyesuaikan untuk menjalankan kodratnya tersebut yaitu melahirkan. Melahirkan  memang adalah tugas mulia namun juga cukup berat. Banyak pengorbanan yang diperlukan oleh perempuan dalam proses melahirkan tersebut. Banyak perempuan merasakan ketakutan ketika akan menghadapi proses persalinan. Mulai dari rasa takut akan sakitnya, takut terjadi sesuatu yang tidak diharapkan dalam proses persalinan dan perasaan takut lainnya yang menggelayuti benak para ibu hamil.

Seiring dengan perkembangan jaman kini mulai muncul teknik atau proses persalinan yang menawarkan kenyamanan atau mengurangi rasa sakit saat proses persalinan, seperti hypnobirthing, waterbirth, orgasmic birth dan yang terkahir adalah melalui operasi. Jenis melahirkan melalui operasi bahkan kini jumlahnya meningkat tajam. Apakah dengan meningkatnya jumlah melahirkan dengan operasi menandakan bahwa kondisi sekarang banyak ibu hamil yang tidak memenuhi persyaratan untuk melahirkan normal? atau ada hal lain yang menyebabkan ibu hamil banyak “request” atau “disarankan” untuk melahirkan melalui operasi meskipun tidak disarankan?

Sekilas mengenai melahirkan melalui operasi. Melahirkan melalui operasi atau dikenal dengan istilah operasi caesar, cesarean section, atau C-section. Dulu operasi caesar hanya digunakan untuk menyelamatkan bayi ketika ibu hamil sudah meninggal dunia  saja. sebetulnya nama Caesar sampai sekarang tidak jelas awal namanya berasal dari mana. Awalnya merujuk pada zaman Romawi pada kelahiran Julius Caesar yang melalui operasi, namun hal ini diragukan karena sang ibu Aurelia masih mendengar kabar anaknya menginvasi Inggris. Berarti ibunya masih hidup saat melahirkan Julius Caear. Ada juga yang mengaitkan berasal dari bahasa latin “caedare” yang artinya memotong ada juga yang mengaitkan dengan “Caesones” yaitu istilah bagi bayi yang dilahirkan melalui operasi postmortem (operasi sesudah kematian ibu). (dikutip dari nlm.nih.gov – Cesarean Section – A brief History).

Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan teknologi di dunia kedokteran kini operasi caesar tidak hanya dilakukan pada ibu yang sudah meninggal saja tapi bisa dilakukan pada ibu yang masih hidup. Sehingga dengan demikian, kemajuan dunia kedokteran tersebut membawa hal positif terutama bagi jenis-jenis persalinan bermasalah, sehingga dapat menyelamatkan baik bayi maupun ibu. Persalinan-persalinan bermasalah tersebut seperti ibu mengalami kondisi panggul sempit, bayi besar, letak bayi sungsang, kondisi gawat janin, ibu memiliki kesehatan serius seperti herpes genital, hipertensi, placenta previa, terjadi banyaknya perdarahan, indikasi adanya tumor di rahim dll. Jadi, operasi caesar hanya dilakukan kepada kondisi persalinan-persalinan bermasalah. Namun seiring perkembangan jaman juga, kini operasi cesar banyak menawarkan hal-hal yang “menggiurkan” bagi ibu hamil mulai bisa memilih tanggal kelahiran bayi sesuai tanggal hoki, dianggap tidak mengalami rasa sakit, dan tidak merusak organ intim perempuan, proses tidak terlalu lama antara 45 menit – 1,5 jam, ibu tidak merasa kecapean karena tidak perlu mengejan. Sehingga dengan hal-hal tersebut banyak ibu hamil berbondong-bondong menginginkan melahirkan dengan operasi caesar.

Namun, hal-hal yang “menggiurkan” tersebut tidaklah sepenuhnya benar atau memiliki resiko tersendiri. Berikut penjelasannya:

  • Memilih tanggal melahirkan. Resiko dari memilih tanggal melahirkan adalah bisa saja bayi tersebut belum saatnya lahir alias prematur atau bayi kelebihan bulan. Ibu mungkin sudah mengetahui resiko bayi lahir prematur, dimulai dari mendapat permasalahan pernafasan, bayi cenderung memiliki masalah mental dan rentan terhadap masalah kesehatan lainnya. (Baca: Persalinan Prematur). Begitu juga dengan melahirkan pada kondisi kelebihan bulan bayi juga akan mengalami masalah pernafasan, bayi akan mengalami kekurangn oksigen, bayi beresiko cacat. (Baca: Kehamilan Kelebihan Bulan) Sedangkan pada persalinan normal, kita tidak bisa menentukan kapan baiknya kita harus melahirkan, karena memang secara alami kontraksi terjadi yang menandakan bahwa kehamilan telah cukup umur untuk melahirkan. Namun hal tersebut ada baiknya karena menghindarkan bayi terlahir dengan prematur.
  • Melahirkan Cesar tidak merusak organ intim wanita. Memang betul, karena caesar melalui perut. Tapi ingat, bekas sayatan dan jahitan akan membekas pada perut ibu yang tentunya akan mengurangi keindahan perut ibu. Apalagi di tambah dengan adanya keloid. Memang ada yang tanpa bekas, tapi biayanya? Sedangkan pada persalinan normal, memang betul organ kewanitaan mengalami “gangguan” berupa berkembang membesar saat proses persalinan hingga sampai perlu “disobek” dan dijahit juga. Namun, jangan khawatir ibu, setelah 40 hari rahim dan organ intim wanita akan kembali ke bentuk semula, sekali lagi akan kembali ke bentuk semula, apalagi jika dibantu dengan senam kegel. Sebetulnya organ intim wanita atau “miss v” itu sifatnya elastis, sebetulnya tidak hanya saat melahirkan, saat terangsang pun “miss v” bahkan bisa mengembang hingga dua kali lipat, dan akan kembali ke bentuk semula jika sudah tidak terangsang. Jadi, jangan khawatir persalinan normal hanya sementara “mengganggu” miss v, selanjutnya akan kembali normal.
  • Melahirkan cesar tidak sakit. Sebetulnya ini anggapan yang salah kaprah. Memang betul saat proses cesar ibu tidak akan mengalami rasa sakit karena anestesi (bius), namun sesudahnya efek anestesi hilang, ibu akan merasakan rasa sakit pada luka bekas sayatan. Bahkan rasa sakit ini bisa berkepanjangan hingga memerlukan perawatan yang lebih lanjut yang membuat ibu melahirkan caesar perlu rawat inap beberapa hari lagi. Bekas jahitan juga akan menimbulkan rasa sakit, bahkan sakit pada tulang belakang tempat dilakukan suntik anestesi lokal. Jadi ternyata cukup beragam sakit yang dirasakan setelah operasi caesar. Sedangkan pada persalinan normal, rasa sakit hanya terjadi saat proses persalinan, bahkan banyak ibu-ibu yang sudah tidak merasakan rasa sakit esok harinya bahkan sudah bisa berjalan-jalan. Dan sekarang banyak metode persalinan normal yang meminimliasir rasa sakit seperti hypnobirthing, waterbirth, dll
  • Persalinan dengan Caesar tidak membuat ibu cape karena tidak ada proses mengejan pada diri ibu. Memang betul adanya, ibu yang melahirkan dengan caesar tidak ada yang namanya proses mengejan, namun di bawah sadar ibu, tubuh ibu sebetulnya sangat merasa kecapean, Dimulai dari suntikan anestesi lokal ke tulang belakang ibu, adanya sayatan, adanya jahitan, mual muntah akibat efek anestesi, faktor biaya yang mebuat pikiran menjadi pening juga, pemulihan yang lebih lama yang semuanya itu tentu membuat ibu lebih cape jadinya.

Jadi, ibu mau pilih mana? melahirkan dengan caesar atau normal? pilihlah operasi caesar jika ibu hamil dan janinnya hanya memang sesuai indikasi dan faktor-faktor yang mengharuskan ibu hamil lahir dengan operasi caesar. Namun, jika ibu dalam kondisi sehat dan janin pun demikian, pilihlan persalinan normal, karena persalinan normal justru lebih banyak manfaatnya baik bagi ibu maupun bayi itu sendiri

Minggu ke 23 kehamilan

Hai yohanita rosania,

Kram pada kaki adalah salah satu hal yang mungkin terjadi pada saat kehamilan.

Kram kaki juga dapat timbul bahkan mungkin sering terjadi pada saat malam hari atau ditengah-tengah tidur nyenyak bunda. Kram kaki ini juga dapat ditimbulkan karena lelah dengan aktifitas bunda seharian dan berkumpulnya cairan pada kaki bunda.

Sebaiknya di siang hari apabila bunda banyak melakukan aktifitas bunda dapat menghentikan aktifitas bunda beberapa saat untuk beristirahat dan mengangkat kaki bunda dengan posisi yang lurus. Bunda duduk di kursi dan taruhlah kursi lain dihadapan bunda dan letakan kaki di kursi tersebut.

Selain itu, usahakan untuk tetap banyak meminum air putih paling sedikit 8 gelas per hari. Mata bayi bunda sudah terbentuk baik walaupun warna mata bayi bunda masih belum jelas. Pankreas bayi sudah mulai memproduksi insulin. Paru-parunya semakin berkembang untuk mempersiapkan bayi untuk bernafas. Berat badan bayi bunda sudah mencapai 500-510 gram dengan tinggi 28-30 cm.

Semoga anda memdapatkan pelayanan yang bermanfaat dan akan merekomendasikan website ini ke teman-teman anda!

Salam,

infobunda

Chicken Katsu

Chicken Katsu adalah Ayam Goreng ala Jepang, aslinya makanan Jepang ini bernama Tonkatsu yang diciptakan pada abad ke-19. Tonkatsu adalah makanan yang sangat popular di Jepang. Berbeda dengan Chicken Katsu yang terdiri dari daging ayam, Tonkatsu terdiri dari babi goreng dengan roti setebal satu hingga dua sentimeter dan dipotong dalam potongan yang nyaman, dan biasanya disajikan dengan kol. Nah, berikut ini adalah step by step dalam membuat Chicken Katsu. Selamat mencoba!!!

Resep Bahan Chicken Katsu :

  • 300 gram daging ayam tanpa tulang bagian dada, pukul-pukul hingga pipih
  • 1 sendok makan air jeruk lemon
  • 1/4 sendok teh merica bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 1/2 bagian putih telur, kocok lepas
  • 2 sendok makan susu cair
  • 5 sendok makan tepung terigu
  • 50 gram tepung roti kasar
  • minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Cara Membuat Chicken Katsu :

  1. Lumuri daging ayam dengan air jeruk lemon, merica bubuk, dan garam. Aduk rata. Biarkan selama 30 menit agar bumbu meresap.
  2. Campur putih telur dan susu cair, aduk rata.
  3. Lumuri daging ayam berbumbu dengan tepung terigu, lalu celupkan kedalam campuran telur susu. Gulingkan ke dalam tepung roti kasar.
  4. Simpan di dalam kulkas selama 30 menit agar tepung roti lebih menempel. Goreng dalam minyak banyak dan panas hingga kuning kecoklatan. Angkat.
  5. Sajikan dengan sambal botol.

Selamat mencoba Resep Chicken Katsu